Pelepasliaran ikan arwana irian (Scleropages jardinii)

Sebanyak 855 ekor Ikan Arwana Irian (Scleropages jardinii) dilepasliarkan atau dikembalikan ke habitatnya di Rawa Biru, Taman Nasional Wasur, Merauke, Papua, Rabu (18/3). Jenis satwa liar endemik Papua yang dilindungi Undang Undang berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/Menlhk/Setjen/KUM.1/12/2018 tentang Jenis tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi itu berukuran panjang 10-15 meter.

Kepala Bidang KSDA Wilayah I BBKSDA Papua, Irwan Effendi, S.Pi,M.Sc saat melepasliarkan ikan arwana irian di Rawa Biru, TNW, Merauke, Papua, Rabu (18/3).
Kepala Bidang KSDA Wilayah I BBKSDA Papua, Irwan Effendi, S.Pi,M.Sc saat melepasliarkan ikan arwana irian di Rawa Biru, TNW, Merauke, Papua, Rabu (18/3).

Pelepasliaran satwa liar dilindungi ini dilaksanakan oleh Balai Besar KSDA Papua bersama Asosiasi Pengusaha Ikan Kaloso Papua (APIKAP) dan disaksikan Perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke (Dinas Perikanan Kabupaten Merauke), Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Kelas I Merauke, Balai Taman Nasional Wasur, Kepala Kampung Rawa Biru, dan masyarakat setempat.

Kepala Balai Besar KSDA Papua, Edward Sembiring S.Hut.,MSi berharap ikan arwana yang dilepasliarkan ini bisa hidup dan berkembang di alamnya. Manajemen habitat yang dilakukan dalam pemanfaatan arwana irian sudah dilakukan sejak 30 tahun yang lalu.
“Prinsip-prinsip konservasi jenis satwa ini sesuai dengan kearifan lokal masyarakat Papua,” ucapnya.

Kepala Bidang KSDA Wilayah I BBKSDA Papua, Irwan Effendi, S.Pi,M.Sc kepada RMOL Papua usai kegiatan menuturkan, ikan Arwana Irian yang dilepasliarkan merupakan hasil penyisihan dari kuota tangkap tahun 2019 yang diberikan kepada 12 pemegang ijin tangkap di Kabupaten Merauke.

Sesuai ketentuan, terangnya, ikan tersebut dapat ditangkap dengan batasan jumlah (kuota) dan batasan ukuran yaitu ukuran 3-5 cm atau dalam usia anakan. Hasil tangkapan tersebut sebagian besar di perdagangkan ke luar Merauke dan sebagian lagi disisihkan doleh pemegang ijin untuk dibesarkan selama kurang lebih 3 bulan, dengan harapan dapat dikembalikan ke alam sebagai calon indukan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat luas agar tidak menangkap, memelihara atau memperdagangkan satwa liar dilindungi secara illegal atau tanpa perizinan yang sah demi kelestarian keanekaragaman hayati di Tanah Papua, apalagi ikan Arwana Irian ini hanya hidup di perairan air tawar Pulau Papua bagian Selatan,” pesan Irwan seraya mengajak semua elemen menjaga kelestarian ikan arwana irian untuk kesejahteraan rakyat.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here