Setelah kasus pertama Covid-19 di Kabupaten Boven Digoel, menyusul pasien ke dua dan ke tiga yang semuanya memiliki kontak langsung dengan pasien pertama secara intens. Dari ke tiga pasien tersebut memiliki traking riwayat melakukan perjalanan ke Kawe, lokasi tambang.

Ada beberapa alasan mengapa lokasi di Kawe butuh penanganan khusus terkait penyebaran Virus Covid-19.

Selain lokasinya yang sulit dijangkau, secara teritorial Kawe juga tidak masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Boven Digoel.

Namun Pemerintah Boven Digoel telah melakukan beberapa langkah-langkah taktis untuk hal ini.

Wakil Bupati Merauke sekaligus Ketua Gugus Tugas Covid-19, Chaerul Anwar mengungkapkan pihaknya sudah secara resmi menyurat ke Pemerintah Provinsi Papua terkait hal ini.

“Atas nama Pemerintah Daerah kami telah menyurat secara resmi kepada Bapak Gubernur dalam hal ini melalui SETDA Provinsi Papua. Diharapkan agar pemerintah Provinsi ikut andil membantu pencegahan ini”,

“Untuk itu Pemerintah Boven Digoel meminta Bapak Gubernur membantu Rapid tes kisaran 500 dan beberapa Swab. Selain itu pemerintah daerah juga telah membangun koordinasi dengan Bupati Pegunungan Bintang agar menyediakan alat transportasi udara. Petugas medis Boven Digoel akan siap membantu semaksimal mungkin” Ungkap Wabup saat ditemui dikediamannya.

Ia melanjutkan, beberapa langkah sudah diambil di lapangan saat guna mengontrol mobilisasi masyarakat.

“Adapun langkah-langkah yang sudah kami lakukan dilapangan selama ini sejak tanggal (14/5), mendirikan pos Tim Medis di Pelabuhan guna melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap masyarakat yang turun dari Kawe menggunakan jalur sungai. Jika ada yang hasilnya positif maka langsung kita isolasi dan memetakan lokasi dan riwayat perjalannya, serta menanyakan tempat-tempat yang sempat disinggahi”,

“Jujur kami tidak bisa secara langsung terjun dan mengirim tim kesana karena beberapa hal tersebut diatas. Selain Kawe tidak masuk wilayah administrasi Kabupaten Boven Digoel, kita juga belum mengetahui peta lokasi pasti posko-posko masyarakat diatas, karena dari informasi terdapat ribuan masyarakat yang ada disana”, Kata Ketua Gugus Covid-19 Boven Digoel tersebut.

“Jalur transportasi satu-satunya yang bisa dan lebih mudah dijangkau masyarakat dari Kawe hanya jalur sungai. Adapun jalur udara dalam hal ini Heli yang hampir tiap hari operasi tetap diberi izin dengan syarat tidak membawa penumpang selain logistik dan evakuasi masyarakat yang sakit. Kebijakan ini diambil dengan pertimbangan sisi kemanusiaan.

Dalam kesempatan yang sama Wabup juga menjelaskan terkait pintu-pintu masuk yang bisa diakses masyarakat menuju ke Kawe.

“Banyak cuma untuk yang paling mudah untuk evakuasi tentunya ke Boven Digoel. Karena menuju ke Kawe masyarakat bisa masuk dari Kabupaten Mappi, Pegunungan Bintang, Yahukimo, bahkan Asmat”, Jelasnya.

Untuk itu Wabup berpesan kepada seluruh masyarakat agar tetap bekerja bersama-sama memutus mata rantai Virus covid-19 dengan mengikuti protokol yang telah ditetapkan Pemerintah dan tetap sabar, semuanya dalam proses.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here