Sebuah video berdurasi 49 detik yang yang diunggah pada chanel youtube ini meperlihatkan empat orang lelaki yang sedang duduk dalam sebuah ruangan yang mirip seperti kamar hotel , video tersebut sontak menghebohohkan masyarakat Indonesia khususnya Kabupaten Merauke. Senin (7/9)

Video yang diunggah oleh chanel youtube dengan nama Merauke Bersatu ini menjadi perbincangan dikalangan masyarakat lantaran video tersebut disertai dengan judul yang cukup kontrofersial yakni “Ngeri…. Calon Bupati Merauke Hendrikus Mahuze Suap PKS Miliaran Rupiah…. Demi Mendapatkan Sur”.

Dalam video yang terlihat seperti rekaman ulang dari layar Hendicam itu terlihat empat orang lelaki sedang duduk didalam sebuah kamar hotel, dan dua dari empat lelaki tersebut sedang mengeluarkan sesuatu berbentuk tumpukan uang dari dalam tas berwarna hijau dan biru lalu kemudian menyusun benda tersebut pada sebuah meja.

Selain itu dalam deskripsi video tersebut juga dituliskan bahwa pertemuan itu dilaukan pada pukul 22.15 WIB, pada Hotel Aston Jakarta yang berlokasi didepan Kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS).

“Demi mendapatkan surat reomendasi, calon Bupati Merauke Hendikus Mahuze harus menyuap PKS miliyran Rupiah….Penyerahan uang ini dilakukan pada tgl 9 Agsustus 2020, pukul 22.15 WIB, di hotel Aston Jakarta, persis depan Kantor DPP PKS…Uang suap ini diserahkan kepada Saparudin, Anggora DPRD Kab Merauke yang juga ketua DPD PKS Kab Merauke, dan Dady, Sek DPW DPW PKS Provinsi Papua…di Saksikan anggota Tiim Sukses Robert Fonataba dan Burhanudin Zein…” demikian tertulis pada deskripsi video tersebut menggunakan huruf Kapital.

Dalam video berdurasi 49 detik itu juga sempat terdengar suara yang menyebutkan dua nama, yaitu Margono, Mas Gusti dan Alo DUmatubun.

“Margono itu yang ganti mas gusti Alo Dumatubun di Merauke sana, mas Margono.” Demikian terdengar suara dari dalam video tersebut.

Saat di konfirmasi oleh Reporter Rmol Papua, Alosius Dumatubun alias Alo Dumatubun mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak punya hubungan dengan video yang memperlihatkan beberapa orang pemuda yang sedang menyusun benda mirip tumpukan uang dalam sebuah kamar hotel tersebut.

Namun dirinya tidak menapik bahwa memang benar penah ada dua orang anak didikannya yang bernama Kusmanto dan Margono yang saat ini juga telah sukses dalam dunia Notaris.

Margono itu anak didikan saya, yang saat ini menurut saya sudah sukses, jadi saya cukup bangga dan tidak merasa nama saya dicemarkan sedikitpun.

“Saya Alosius Dumatubun tetap seorang praktisi dan seorang profesional, sama sekali tidak punya hubungan dengan kegiatan politik praktis. Pungkasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here