Kapolres Pastikan Isu Penembakan Ketua KPU Merauke Adalah Hoax

Kapolres Pastikan Isu Penembakan Ketua KPU Merauke Adalah Hoax

Kepolisian Resor (Polres) Merauke mendatangi dan melakukan pengecekan langsung Tempat Kejadian Perkara (TKP) ketika menerima laporan terkait adanya insiden yang menimpa Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Merauke pada tanggal 12 Oktober 2020 pukul 21.40 Wit di Jalan Kuda Mati Merauke. 


Saat ditemui diruang kerjanya Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Merauke, AKBP Ary Purwanto mengatakan bahwa pihak Kepolisian mendapatkan laporan melalui via seluler dan langsung direspon dengan mengirimkan anggota ke TKP guna untuk mengecek langsung laporan tersebut. Selasa, (13/10) 

"Jadi tadi malam kami mendapatkan laporan terkait adanya insiden yang menimpa Ketua KPU Kabupaten Merauke, Theresia Mahuze pada pukul 21.40 WIT pada saat ibu Ketua dalam perjalanan pulang ke rumah menggunakan kendaraan mobil jenis fortuner dan pada saat melintas di sekitar jalan Kuda Mati ada seorang yang tidak dikenal melakukan pelemparan terhadap kendaraan yang ditumpangi oleh Ketua KPU." Jelasnya

Dari hasil pengecekan langsung di TKP, Kepolisian Merauke menyimpulkan dan memastikan bahwa insiden ini bukanlah dikarenakan tembakan melainkan hanya lemparan benda tumpul yang diduga kayu atau batu. 

"Memang didaerah Kuda Mati adalah daerah yang cukup rawan karena banyaknya masyarakat yang mengkonsumsi minuman keras dan beberapa kali sudah ada kejadian dikarena situasi dan kondisi jalan yang minim penerangan sehingga banyak terjadi gangguan kamtibmas disekitar daerah tersebut." Ungkapnya

Terkait berita-berita yang sudah berkembang di Media Sosial Facebook dan di grup-grup WhatsApp bahwa mobil Ketua KPU Kabupaten Merauke ditembaki oleh Orang Tak Dikenal (OTK) itu adalah informasi tidak benar atau HOAX. 

"Kita sudah melakukan pengecekan di TKP dan mencari tahu siapa yang melempar sehingga yang terpenting adalah kami hanya memastikan bahwa berita yang beredar terkait adanya penembakan itu adalah tidak benar alias HOAX dan sekarang sedang ditangani oleh Pihak Reskrim." Tegasnya